
Kelompok tani atau masyarakat tani, biasanya ingin sekali menyampiakan pendapat, menceritakan gagasan, mendengarkan pengalaman orang lain dan mencari gagasan-gagasan baru yang menarik untuk pengembangan atau kemajuan kelompok. Tetapi perbedaan kelas dan status sosial di dalam masyarakat akan menyebabkan proses tersebut akan menjadi penghalang. Misalnya, masyarakat desa lebih memperhatikan apa yang dikatakan kepala desa atau kepala suku dari pada seorang perempuan muda dari kota, dengan teknik-teknik fasilitasi yang baik, seorang fasilitator dapat menjadi pendukung yang kuat bagi kelompok tani atau masyarakat tani seperti ini.
Pelatihan ketrampilan fasilitasi (facilitation skill training) disampaikan oleh widyaiswara sekaligus dosen yang kompeten di bidangnya yaitu bapak Ir. Miftakhul Arifin, Mpd (dosen), bapak Bambang Eddy Iswanto dan Bapak Samsul Arief (widyaiswara). Pada pelatihan ini banyak di sampaikan tentang fasilitasi dan peran fasilitator, bagaimana menentukan model atau metode fasilitasi, study kasus analisis, praktik analisis dan masih banyak lagi. Selesai sesi pelatihan ditutup dengan foto bersama dengan pemateri, manajemen smile group dan penyematan sindera mata.
