
Kembali ke fungsi drone untuk membantu pekerjaan organisasi ataupun pemerintah, drone yang dilengkapi kamera ini dimanfaatkan untuk melakukan liputan suatu kejadian berupa foto atau video misalnya kebakaran, banjir, kemacetan lalulintas atau informasi penting lainya melalui udara. Untuk bisa menggunakan drone ini maksimal sesuai fungsinya tentu memerlukan pilot yang berpengalaman dan taat aturan. Pada tanggal 8-9 Juni 2016 Smile Group memberi pelatihan Setandar Operasional Prosedur Menerbangkan Drone dengan peserta dari Yachiyo Engineering Co., Ltd. Yogyakarta 3 peserta, Pejabat Pembuat Komitmen(PPK) Pengendali Lahar Gunung(PLG) Merapi 2 peserta, Balai Besar Wilayah Suangai Serayu Opak (BBWS) 2 Peserta.
Pembekalan terhadap pilot Drone berupa pengetahuan tentang aturan hukum berupa Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 90 Tahun 2015 tentang Pengendalian Pengoperasian Pesawat Udara Tanpa Awak dan Setandar Operasional Prosedur Menerbangkan Drone dilakukan secara indoor dan outdoor.
Khususnya praktik pilot menerbangkan Drone pada tanggal 8 Juni 2016 dilakukan di lapangan terbuka di Jl. Kabupaten yang dibagi menjadi dua kelompak dengan masing-masing menggunakan DJI Phantom 4 seri terbaru. Hal ini untuk memastikan calon pilot drone mahir menerbangkan pesawat remote ini dengan lancar dan paham semua tombol fungsi sesuai SOP-nya sebelum nanti betul-betul bertugas sebagai pilot Drone dengan misi tertentu. Hari kedua pelatihan tgl 9 Juni 2016 praktik lapangan lagsung ke lokasi kali putih Dusun Gempol, Desa Jumoyo, Salam, Magelang untuk melakukan liputan jalanya proyek.
Alhamdulillah Pelatihan Setandar Operasional Prosedur Menerbangkan Drone ini berjalan lancar dan semua peserta mengikuti petunjuk fasilitator dengan antusias. Untuk lebih baiknya peserta juga mengikuti pelatihan pemetaan menggunakan GIS dasar ataupun lanjut, remote sensing (pengideraan jauh) dan atau materi-materi sejenis yang bisa membantu kelancaran dalam melaksanakan tugas-tugas kantor.
