
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kutai Kartanegara menggelar pelatihan intensif “Penanganan Huru Hara” di Tenggarong pada 6-10 Oktober 2025. Diselenggarakan oleh SMILE GROUP, program lima hari ini menyiapkan personel menghadapi dinamika keamanan masyarakat Kutim di tengah potensi konflik tambang dan demonstrasi buruh.
Simulasi Real-Time Chaos Management
Sebanyak 35 orang peserta langsung terjun ke skenario pengamanan unjuk rasa PT KPC, operasi water cannon, dan dialog persuasif dengan massa adat. Pelatihan mencakup taktik formasi delta-omega, komunikasi radio HT terenkripsi, serta protokol medis darurat untuk korban bentrokan.
Hari Pertama: Doktrin Perda dan Etika Kekerasan
Sesi teoritis membahas UU Pol PP No.2/2002, batas wewenang water cannon, serta etika proportional force. Peserta menganalisis kasus penggertakan warga Dayak oleh Satpol PP Kutim tahun 2024 dan evaluasi pengamanan demo buruh KPC Tenggarong.
Hari Kelima: Technology Integration
Puncak pelatihan menampilkan drone surveillance untuk monitoring massa, bodycam live streaming ke pos komando, dan aplikasi crowd management berbasis AI. Latihan malam hari simulasi penggerebekan tambang balik ilegal menjadi highlight program ini.
Dampak Strategis Kutai Kartanegara
Kepala Satpol PP Kutai Kartanegara menegaskan pelatihan ini menjawab 27 insiden huru-hara tambang pada 2025. Dengan 150 personel tersertifikasi, Satpol PP Kutim kini siap mengamankan investasi sambil menjaga harmoni masyarakat adat.
