
Politeknik Negeri Samarinda mengikuti kegiatan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Menjelang Purna Bakti yang diselenggarakan oleh Smile Group pada 10–12 Agustus 2026. Kegiatan ini diikuti oleh empat peserta dan dilaksanakan melalui rangkaian pelatihan di kantor Smile Group serta kunjungan edukatif ke Desa Wisata Wukirsari, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pelatihan di kantor Smile Group memberikan ruang bagi peserta untuk mempersiapkan diri menghadapi masa purna bakti secara lebih terencana. Pembekalan diarahkan pada penguatan wawasan, pengembangan potensi diri, serta pengenalan peluang kegiatan produktif yang dapat dilakukan setelah menyelesaikan masa pengabdian di lingkungan perguruan tinggi.
Selain mengikuti pelatihan, peserta juga melakukan kunjungan ke Desa Wisata Wukirsari. Kunjungan ini menjadi bagian penting dari pembelajaran karena peserta dapat melihat secara langsung pengelolaan potensi desa, pengembangan ekonomi kreatif, serta aktivitas masyarakat yang bertumpu pada kerajinan batik dan pariwisata edukatif.
Desa Wisata Wukirsari yang berada di Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, dikenal sebagai sentra batik tulis klasik, khususnya di kawasan Kampung Batik Giriloyo. Pengunjung dapat mengenal proses pembuatan batik sekaligus belajar langsung dari para perajin yang mempertahankan keterampilan membatik secara turun-temurun.
Kunjungan tersebut memberikan inspirasi bahwa masa purna bakti dapat diisi dengan aktivitas yang tetap produktif, kreatif, dan bernilai sosial. Pengalaman dari Wukirsari juga memperlihatkan bagaimana keterampilan, budaya lokal, dan pengelolaan potensi masyarakat dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi serta daya tarik wisata.
Melalui kegiatan ini, Politeknik Negeri Samarinda menunjukkan perhatian terhadap kesiapan SDM dalam memasuki fase purna bakti. Perpaduan antara pelatihan dan kunjungan lapangan diharapkan dapat membantu peserta menyusun rencana kehidupan pascapengabdian dengan lebih percaya diri, sekaligus membuka wawasan mengenai peluang kewirausahaan dan kegiatan produktif berbasis potensi lokal.
Program peningkatan kapasitas tersebut menjadi momentum untuk mengapresiasi kontribusi para pegawai sekaligus mempersiapkan transisi menuju masa purna bakti secara positif. Dengan bekal pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh, peserta diharapkan tetap mampu berperan di tengah masyarakat melalui aktivitas yang bermanfaat dan berkelanjutan.
