Site icon SMILE GROUP – Pelatihan Instansi Pemerintah dan Swasta

Dinas Pariwisata Kabupaten Raja Ampat Ikuti Bimtek dan Studi Tiru Pengelolaan Desa Wisata Penglipuran, Bali

Dinas Pariwisata Kabupaten Raja Ampat mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Studi Tiru Desa Wisata ke Desa Wisata Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali, pada 24–26 Agustus 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta dan dilaksanakan dengan akomodasi di Hotel Siesta Legian Bali, serta mencakup Pelatihan mengenai pengelolaan desa wisata dan kunjungan langsung ke Desa Penglipuran sebagai lokasi studi tiru.

Desa Wisata Penglipuran dipilih sebagai tujuan studi tiru karena reputasinya sebagai salah satu desa wisata terbaik di Indonesia yang berhasil memadukan pelestarian budaya, pengelolaan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan. Desa ini dikenal dengan tata ruang yang tertata rapi, arsitektur tradisional yang konsisten, kebersihan lingkungan, serta pengelolaan pariwisata berbasis kearifan lokal yang melibatkan masyarakat secara penuh.

Selama kunjungan, peserta mempelajari berbagai aspek pengelolaan desa wisata, mulai dari tata kelola kelembagaan, partisipasi masyarakat, sistem bagi hasil retribusi, hingga strategi pemasaran dan pengembangan paket wisata. Penglipuran menerapkan skema pembagian retribusi sebesar 60 persen untuk desa dan 40 persen untuk pemerintah kabupaten, yang digunakan untuk pelestarian budaya, perawatan infrastruktur, dan program pemberdayaan ekonomi warga.

Kegiatan bimtek juga membahas konsep Community-Based Tourism (CBT) yang menjadi fondasi keberhasilan Penglipuran. Dalam pendekatan ini, masyarakat berperan sebagai pengelola utama, didukung oleh kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, komunitas, pelaku bisnis, akademisi, dan media. Model ini memungkinkan desa wisata tetap mandiri sambil menjaga harmoni antara pariwisata, budaya, dan lingkungan.

Bagi Kabupaten Raja Ampat, yang memiliki potensi wisata alam dan budaya yang sangat kaya, pembelajaran dari Penglipuran diharapkan dapat menjadi referensi dalam mengembangkan desa wisata yang berkelanjutan dan berbasis masyarakat. Peserta diharapkan dapat mengadaptasi konsep dan praktik baik dari Penglipuran sesuai dengan karakteristik dan potensi lokal di Raja Ampat.

Melalui kegiatan ini, Dinas Pariwisata Kabupaten Raja Ampat menunjukkan komitmen dalam memperkuat kapasitas pengelolaan destinasi wisata, khususnya desa wisata. Studi tiru ke Penglipuran menjadi momentum untuk membangun visi pengembangan pariwisata yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada pelestarian budaya, keberlanjutan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat lokal.

Exit mobile version