Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana (JITUPASNA)


Penanggulangan bencana dilakukan dengan prinsip dasar membangun yang lebih baik (build back better) dan pengurangan risiko bencana (disaster risk reduction) dan diwujudkan dalam bentuk Rencana Aksi, Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana. Rangkaian proses pengkajian dan penilaian kerusakan, kerugian dan kebutuhan dilakukan melalui Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (JITUPASNA) atau Post Disaster Need Assesment. Pengkajian ini merupakan instrument yang dapat digunakan oleh pemerintah dan pemangku kepentingan dalam menetapkan kebijakan program maupun kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi. Pengkajian dan penilaian meliputi identifikasi, dan penghitungan kerusakan dan kerugian fisik dan non fisik yang menyangkut aspek pembangunan manusia, perumahan atau pemukiman, infrastruktur, sosial, ekonomi dan lintas sektoral.

JITUPASNA merupakan instrumen pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam menyusun kebijakan, program dan kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi yang berlandaskan pada informasi yang akurat dari para pihak yang terdampak bencana, dalam bentuk Dokumen Rencana Aksi. Mengingat sumber daya manusia di bidang pemulihan pasca bencana dan keterampilan sumber daya dalam penanggulangan bencana pasca bencana masih sangat terbatas, maka perlu ditingkatkan melalui fasilitasi bimbingan teknis atau workshop serta kegiatan Diklat dan penerapan dalam penanganan sesuai tugas pokok dan fungsi, pada masing–masing kejadian bencana Kab/Kota.

Materi bimtek terdiri dari teori, praktik analisis dan penyusunan rencana aksi rehabilitasi dan rekonstruksi, serta kunjungan atau studi banding ke BPBD provinsi atau kabupaten/kota disesuaikan dengan tingkatan peserta. BPBD DIY memiliki pengalaman dan potensi pembelajaran berbagai bencana, seperti: Banjir rob, Kekeringan, Gempa bumi, Kegagalan waduk, Gelombang laut, Tanah longsor, Gunung meletus, Banjir lahar dingin, Angin kencang, Kebakaran, dan sebagainya.

Materi Pelatihan :

  1. UU No. 24/2007, PK BNPB No.17/2010, PK BNPB No. 15 / 2011
  2. Penghitungan Kebutuhan
  3. Penyusunan Rencana Aksi Pasca Bencana
  4. Presentasi Rencana Aksi Pasca Bencana
  5. Materi Tambahan : (RAB) Konstruksi & Drone

Target Pelatihan :

  1. Mampu Dapat Menyusun Standar Kompetensi Manajerial Di Lingkungannya.
  2. Untuk Meningkatkan Pengetahuan Tentang Standard Kompetensi Jabatan Di Jajaran PNS.

Durasi Pelatihan :

Pelatihan berlangsung selama 3 hari.

[contact-form-7 id=”6734″ title=”ProgramC”]

[contact-form-7 id=”1502″ title=”pendaftaran”]



Ingin bertanya tentang Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana (JITUPASNA)?
Program Pelatihan

Kegiatan Pelatihan Instansi Indonesia

Tentang Kami

SMILE GROUP | Training Center & IT Solutions

Menapaki usia 30 tahun SMILE GROUP Yogyakarta senantiasa mewarnai dunia pendidikan dan pelatihan di Indonesia. Kami telah melatih dan meningkatkan kemampuan ribuan SDM, baik mahasiswa, pegawai instansi pemerintah maupun karyawan swasta. Dalam kiprahnya SMILE GROUP memfokuskan diri pada dua pilar kunci kemajuan pembangunan yaitu Teknologi Informasi dan Pembangunan Karakter SDM. Teknologi informasi merupakan infrastruktur yang mutlak diperlukan untuk mencapai kemajuan dan menyelesaikan pekerjaan yang makin kompleks, sedangkan SDM yang berkepribadian positif dan berkarakter kuat merupakan motor penggerak organisasi dalam mencapai target yang optimal.

Kami selalu berdedikasi memberikan yang terbaik kepada peserta pelatihan, baik materi, pemateri, layanan serta fasilitas pelatihan berupa gedung pelatihan milik sendiri, modern dan representatif. Pelatihan dapat dilaksanakan di Yogyakarta serta tempat-tempat lain sesuai kebutuhan peserta dan kesepakatan.


Klien Kami


Galeri Video

Galeri Foto


Lokasi Kantor


Alamat Kantor Kami :

Kuantan Square Mlati R3 - R5 & A2 - A3,
Jl. Wahidin Sudirohusodo, Sendangadi Mlati Sleman,
Daerah Istimewa Yogyakarta - INDONESIA