Bapperida Berau Perkuat Integrasi Ekonomi Hijau dan Ekonomi Sirkular dalam Perencanaan Pembangunan Daerah Dipublikasikan pada 16/10/2026 | Kategori Kegiatan Pelatihan, Pelatihan Instansi, Pengembangan SDM Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Berau menyelenggarakan Pelatihan Integrasi Ekonomi Hijau dan Ekonomi Sirkular dalam Perencanaan Pembangunan Daerah pada 14–16 Oktober 2026 di Kantor SMILE GROUP Yogyakarta, Kuantan Square Mlati R3 – R5 Sendangadi Mlati Sleman DIY. Sebanyak empat peserta mengikuti kegiatan ini untuk memperkuat kapasitas perencanaan pembangunan yang tumbuh secara ekonomi, berkeadilan sosial, dan menjaga kelestarian lingkungan. Pelatihan ini menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak dapat lagi dipisahkan dari prinsip keberlanjutan. Ekonomi hijau diposisikan sebagai pilar transformasi pembangunan nasional menuju visi Indonesia Emas 2045, dengan memperhatikan kelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup dalam setiap arah kebijakan pembangunan. Selama tiga hari, peserta mendalami konsep ekonomi hijau sebagai pendekatan pembangunan yang mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menurunkan emisi, meningkatkan efisiensi sumber daya, dan memperkuat ketahanan sosial-ekologis. Integrasi ekonomi hijau dalam dokumen perencanaan daerah menjadi penting agar pembangunan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga pada kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Peserta dibekali kemampuan mengidentifikasi peluang sektor hijau, menyusun indikator pembangunan berkelanjutan, serta mengarusutamakan prinsip ekonomi hijau ke dalam dokumen perencanaan seperti RPJMD, Renstra perangkat daerah, dan program prioritas daerah. Pemerintah pusat juga mendorong agar strategi pembangunan rendah karbon dan ekonomi hijau terintegrasi dalam RPJMD serta dokumen perencanaan sektoral daerah. Materi pelatihan juga menyoroti ekonomi sirkular sebagai pendekatan yang menempatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya dan perlindungan lingkungan sebagai satu kesatuan. Prinsip ini mendorong pengurangan limbah, penggunaan kembali bahan, daur ulang, serta pemulihan nilai produk dan sumber daya selama mungkin. Peserta mempelajari penerapan ekonomi sirkular pada sektor prioritas, termasuk pangan, plastik, tekstil, konstruksi, elektronik, otomotif, dan kertas. Penerapan ekonomi sirkular diharapkan mampu mengubah limbah dan sisa proses produksi menjadi sumber daya sekunder, meningkatkan efisiensi biaya, membuka peluang usaha baru, serta menekan dampak lingkungan. Melalui pelatihan ini, Bapperida Kabupaten Berau berharap para peserta mampu menerjemahkan konsep ekonomi hijau dan ekonomi sirkular menjadi kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan daerah yang terukur. Integrasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada dokumen perencanaan, tetapi juga mendorong kolaborasi lintas perangkat daerah, pelaku usaha, dan masyarakat. Penguatan kapasitas ini menjadi langkah strategis bagi Kabupaten Berau dalam menyiapkan pembangunan yang lebih inklusif, rendah karbon, dan berkelanjutan, sejalan dengan arah transformasi ekonomi nasional dalam RPJPN 2025–2045 dan RPJMN 2025–2029. Kata kunci : bapperida, Integrasi Ekonomi Hijau dan Ekonomi Sirkular, Perencanaan Pembangunan Daerah, renbang Ingin bertanya tentang Bapperida Berau Perkuat Integrasi Ekonomi Hijau dan Ekonomi Sirkular dalam Perencanaan Pembangunan Daerah? Referensi halaman : Bapperida Berau Perkuat Integrasi Ekonomi Hijau dan Ekonomi Sirkular dalam Perencanaan Pembangunan Daerah. Pertanyaan / Pesan Anda :